Sunday, January 11, 2009

MENANGIS SAJA TAKKAN PERNAH CUKUP


Aku menuliskan posting ini sambil menangis diam-diam. Meski ku tahu, menangis saja takkan pernah cukup. Aku menuliskan posting ini dengan jari-jari yang gemetar, mungkin karena aku sedang takut. Takut pada pertanyaan Allah kelak tentang dimana aku ketika semua potret ini terjadi. Ya, POTRET INI! Lihatlah mereka DISINI! Lihatlah MEREKA!!!

Aku menulis posting ini dalam lara, dalam amarah, yang ingin meledak di suatu tempat dimuka bumi yang dihuni oleh sebuah kaum terkutuk, Yahudi la’natullah. Dan takkan ada kompromi untuk mereka dalam pikiranku, dalam jiwaku dan keyakinanku. Sejak dahulu, hingga saat ini, dan sampai mereka itu kelak bersembunyi di balik batu dan batu-batu itu berbicara menunjukkan persembunyian mereka, seperti janji Allah…

Dan sekali lagi aku menangis. Sedikit meraung. Menyesali ketidak berdayaan diri. Menyaksikan deretan wajah anak-anak tanpa dosa yang menjadi korban kebiadaban. Meski ku tahu di wajah mereka ada bahagia. Sebab merekalah anak-anak surga. Dan aku tak faham, mengapa potret ini tak mampu menyentuh hati sebagian orang.


Anda bisa mendukung misi kemanusiaan MER-C ke Palestina dengan menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina ke: BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678 BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773 (a.n. Medical Emergency Rescue Committee) BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C) Semoga apa yang kita lakukan memberi manfaat yang besar bagi rakyat Palestina dan semoga apa yang rekan-rekan blogger lakukan menjadi amal baik yang senantiasa tercatat di sisi Allah. Amien.




7 comments:

else said...

speechless... semoga saudaraku diberi ketabahan, kekuatan , bhawa Alloh tidak tidur, Alloh Maha Tahu

Fina said...

Aku sedih ketika membaca tulisannya Bang Irwan, meskipun hanya dengan sederet kata-kata di dunia maya. Inilah pembelaan seorang Muslim bagi saudaranya yang tertindas.

Aku juga marah ketika melihat liputan wartawan yang terkesan propaganda dan memutar balikkan fakta yang terjadi di bumi GAZA dan PALESTINA.

Sungguh Protokolat Zionisme no 12 sangat jahat bagi dunia jurnalistik dan meracuni pikiran para pembaca.

wendra wijaya said...

Semoga duka ini cepat berakhir..

Semoga..

brigaspad said...

Andai aku bisa berbuat lebih,..sayang hanya mampu berdoa... maka hal itu yang aku lakukan,..

Bang Irwan said...

@ ELSE
Amin. Do'a itu untuk kita semua Insya Allah...

@ Fina
Setidaknya kita dapar berbuat, sekecil apa pun pembelaan kita. Seperti pembelaan burung hud-hud atas kedzaliman Namrus kepada Nabiyullah Ibrahim AS. Semoga pembelaan lewat tulisan dan do'a dapat membantu saudara-saudara kita. Amin...

@ Wendra
Semoga Mas. Salam kenal buat mas wendra. Insya Allah selalu ada ruang untuk lebih banyak berbagi ketimbang saling membelakangi...

@ brigaspad
Yah... Allah tidak membebani sesuatu yang diluar kemampuan kita. Insya Allah do'a itu pun merupakan bentuk pembelaan.

Wallahu 'Alam...

Anonymous said...

Maaf sebelumnya, Saya heran dengan Anda, Anda yang begitu berpendidikan, begitu luas pengetahuan. Begitu peduli akan sesama NAMUN Butakah mata Anda ? Sudah Tuli kah anda ? Atau sudah mati Hati nurani anda ? Lihat bagaimana bangsamu sendiri butuh bantuan ! Lihat korban bencana alam, Gembel dimana-mana, Rakyat-rakyat kecil, Orang-orang kesusahan di negri anda sendiri. Kenapa tidak di bantu yang jelas-jelas kelihatan ? kenapa tidak meringankan penderitaan mereka ? ATAU MEREKA HARUS MUSLIM BARU DIBANTU ? atau mereka memang muslim namun mereka harus di tindas yang non-muslim baru boleh bantu ? begitu ajaran agama anda, sehingga harus begitu fanatik ? Yang dekat-dekat kok gak deperhatikan namun yang jauh justru di urus ?

Urus dulu negara sendiri, kalo sudah beres baru bantuin orang lain. Seperti dalam keluarga, anak sendiri kelaparan kok harus kase makan anak tetangga ? kase makan dulu anak sendiri, baru anak orang. Begitu logika nya, Jangan Fanatik dengan agama, Kalian punya otak toh ? Nah, di pakai itu. Jangan di isi dengan hal-hal yang tidak berguna, Saling menolong boleh, tapi jangan hanya berdasar SARA, harus sama semua.

OK !!!

Anonymous said...

Jika ada yang bertanya kenapa harus dukung Palestina? jawabannya akan panjang lebar. Dan bukti yang ditunjukkan oleh berita televisi sudah bicara terlalu banyak. Lupakan sejenak soal pertentangan agama, tapi lihatlah dalam konteks kemanusiaan.

Mengapa kita justru gamang menyikapi persoalan kemanusiaan macam ini? Bahkan di Kompasiana ada yang menyayangkan mengapa kita begitu gegap gempitanya mendukung Palestina yang jauh di sana. Kenapa tak melihat saudara-saudara kita yang kesusahan, seperti korban lapindo, gempa, atau yang lainnya. Tanpa mengurangi hormat dan perhatian kita atas nasib ... Lihat Selengkapnyasaudara kita yang dekat, apa yang terjadi dan dialami saudara kita di Palestina jauh lebih dahsyat. Korban Lapindo masih bisa mengungsi, makan, hidup dan dapat bantuan uang. Sementara warga Palestina, jangankan mikir makan, hidup saja sudah untung. Bagi mereka hidup dan mati tak bisa dijadikan pilihan lagi, tapi sudah takdir. Hari ini mungkin mereka selamat dari serangan pasukan israel, tapi siapa tahu dengan nasib mereka esok? Semoga tak ada yang sia-sia dari kematian lebih dari seribu warga Palestina, demi mempertahankan harga diri dan martabat tanah kelahiran dan negaranya. Ingat tak ada satupun penjajah di dunia ini yang abadi!!

Post a Comment