Rabu, Januari 14, 2009

SKETSA HIDUP PENUH WARNA

Pagi ini, seperti pagi yang lain, aku selalu memperhatikan setiap persitiwa di jalan yang aku lalui sambil menyetir mobil dengan sedikit santai. Menangkap berbagai potret hidup manusia yang tampil di setiap sisi-sisi jalan. Memakanainya, merenunginya, lalu menggali inspirasi yang hadir bersamanya. Untuk menjadi energi motivasi, energi hidup, agar esok aku tak perlu menyerah dalam setiap kejatuhan-kejatuhan yang hadir setelahnya. Sebab pengalamanlah yang menjadi guru terbaik dalam kehidupan.

Dan pagi ini, kebetulan sekali potret yang tertangkap kilasan singkat pandanganku adalah sebuah sketsa yang menggelitik. Seorang Bapak paruh baya yang memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dan kecil tampak sedang bertransaksi dengan rekan bisnisnya. Di dekat mereka ada pick-up berwarna hitam, sepertinya milik si Bapak. Tiba-tiba mobil pick up itu bergerak sendiri ke depan mengikuti sisi jalan yang memang agak menurun. Kontan si Bapak segera berlari mengejar pick up tersebut dan berusaha meraih bagian belakangnya. Dan berhasil! Sayangnya tenaga dan postur si Bapak tak mampu menahan laju pick up yang terus menyeretnya. Ia terseret mobilnya sendiri seperti seorang gembala terseret kerbaunya.


“Hahahahahahahaha…wakakakakakakka…huahuahuahuahua….”

Aku tertawa lepas, nyaring sekali. Mungkin seperti itu juga pengendara yang lain yang sempat menangkap sketsa ini. Yang aku heran adalah, mengapa si Bapak justru meraih bagian belakang mobilnya dan bukannya menuju pintu depan mobil lalu menaikkan rem tangannya. Pemandangan yang lucu. Lalu lanjutan sketsa ini hanya dapat aku lihat melalui kaca spion mobil yang semakin menjauh.

Sahabat, selalu saja ada yang lucu dalam kehidupan kita. Kelucuan-kelucuan yang sengaja diciptakan Allah untuk menjadi warna-warni kisah kita. Agar hidup ini tidak melulu hitam putih atau monochrome. Tetapi indah, seperti pelangi yang memiliki spectrum berjuta warna. Terkadang memang kita sedih, tapi tak jarang hadir penggalan kisah yang juga membahagiakan. Terkadang hadir situasi yang mematahkan asa, tapi sering pula menghampiri peristiwa yang membagkitkan energi jiwa. Sebuah siklus yang dipergilirkan, agar -sekali lagi- hidup ini penuh warna.

Namun sketsa-sketsa menggelitik yang hadir dalam serpihan-serpihan kecil hidup kita bagi sebagian orang seringkali berlalu tanpa makna. Kejadian demi kejadian dipersepsi sebagai sesuatu yang terpisah, bukan anak-anak puzzle yang dibaliknya tersimpan lukisan indah. Lalu setiap orang yang menjadi bagian dari persitiwa-peristiwa dianggap mewakili takdir baik atau takdir buruknya. Padahal, bisa jadi Allah menciptakan peristiwa itu untuk menjadi pelajaran berharga bagi seluruh manusia. Seperti takdir seorang anak yang dibunuh oleh Nabi Khidir untuk menjadi pelajaran bagi Nabi Musa dan ummat manusia setelahnya, termasuk kita.

Yang pasti, hari ini aku masih sempat tertawa. Oleh sebuah persitiwa yang sengaja diciptakan Allah untukku, agar sejenak jiwa yang sedang gundah ini dapat merasakan warna yang lain. Warna kehidupan….

2 komentar:

Setiawan mengatakan...

Kehidupan adalah lukisan yang kemudian memantul dan mewarnai sketsa persepsi, mengukir detail konsepsi, memantik saraf-saraf emosi manusia dan kemudian melahirkan reaksi-reaksi…. untuk sebuah lukisan baru kehidupan

Sensitifitas bakat yang tak sama, kacamata ilmu yang berbeda, begitu juga tebal tipis lensanya..dan tentu saja kisah-kisah takdir yang berbeda dari seluruh penghuninya adalah berkah bagi keindahan panorama & mozaik kehidupan..

Sungai bisa menggugah para pujangga tuk menderas bait-bait puisinya, pengusaha tersenyum dengan bisnis transportasi yang jadi peluangnya, para arsitek langsung memenuhi kepalanya dengan banyak sketsa jembatan indah yang mungkin dibangunnya, para petani memperhatikan debit airnya, para peternak mengamati ikan-ikannya, anak-anak bergembira bermain-main diatas batu-batunya sementara ibu-ibu mengkhawatirkan arus derasnya..

Begitulah, beribu-ribu pantulan akan menyajikan berjuta-juta mozaik baru kehidupan, berebut ruang untuk memberikan arti atas keberadaan dirinya.. ya sungguh terutama untuk dirinya sendiri..eksistensinya dalam jagad kehidupan

Berebut ruang ekspresi itulah yang kemudian menjadi istilah indah bagi sebuah pertarungan.. hakekat kehidupan

Miskin ekspresi sungguh sebuah bencana dari keberkahan eksistensi manusia, tentu saja terutama bagi dirinya... dan biasanya dikarenakan lemah & hilangnya sensitifitas, sehingga tak ada pantulan pada kehidupan.. ataukah memang tak ada lagi keberanian..!!

Maka demikianlah, ruang-ruang kehidupan ini akan TERUS DIREBUT dan hanya akan TERUS DIKUASI - hanya oleh mereka yang SENSITIF & BERANI..!!

mahmud blog mengatakan...

goresan dgn beraneka warna bila kita mampu mengatur komposisi & proporsi-nya maka akan menjadi sebuah lukisan yg indah.
Pelangi yg demikian indah pun terdiri dr banyak warna…

alangkah indahnya jika kita bisa memadukan berbagai warna kehidupan seperti pelangi.

Poskan Komentar