Wednesday, February 04, 2009

SETELAH KITA KEHILANGAN

Sahabat,
Pernahkah kita merasa kehilangan? Ya, kehilangan sesuatu yang kita cintai atau kah seseorang yang begitu berarti. Lalu apa yang kita rasakan setelah kehilangan itu? Hampa? Sedih? Menjadi tak berarti?

Sahabat,
betapa sering kita lalai akan kehadiran sesuatu ataupun seseorang dalam hidup kita. Sesuatu yang keberadaannya tak terasa, hingga suatu saat ia pun menghilang. Dan setelah kita kehilangan itulah keberartiannya menemukan bentuk, membangunkan kesadaran tentang betapa pentingnya ia. Sesuatu itu tak selalu orang atau sebuah benda berharga. Ia dapat pula berupa kesehatan, semangat, motivasi, akhlak, tardisi atau pun kebiasaan positif.


Itulah yang kurasakan saat ini. Semangat yang meluap-luap ketika menggeluti dunia pergerakan mahasiswa sewaktu masih kuliah dulu telah merenggut sesuatu yang berharga dalam hidupku, kesehatan. Penyakit masa kecilku muncul kembali, ashma. Aktivitas yang sangat padat dikala itu ditambah dengan pola hidup yang tidak teratur menjadikan ashma-ku semakin parah, hingga hari ini. Dan ketika hampir setiap tengah malam aku terbangun karena nafas yang saling memburu. Lalu tersedak dikerongkongan hingga terkadang rasanya ajal kian dekat, maka disaat seperti itulah perasaan telah kehilangan sesuatu yang berarti muncul kembali. Dan tak jarang, dalam perjuanganku berusaha tetap sadar untuk terus menarik nafas agar jantung ini tetap bekerja, lirih do’a perlahan mengalir, “ya Allah… jika pun saat ini adalah garis ajal hamba, matikanlah aku dalam keadaan syahadah di jalan-MU!”. Lalu bulir-bulir air bening mengalir deras dari mata yang sedang berjuang untuk tetap fokus dan menyala…

Sahabat,
Masih banyak hal dalam hidupku, dan mungkin juga kita semua yang kita selali karena telah kehilangannya. Mungkin seorang sahabat yang kita cintai, atau sebuah kendaraan yang begitu berarti, atau kenangan indah dimasa muda yang tak mungkin kembali, atau bahkan sebuah tradisi yang dulu menjadikan hidup kita indah dan penuh warna, dan kini semua telah pergi.

Olehnya itulah baginda Rasul telah berpesan, untuk menjaga beberapa hal dalam hidup kita sebelum ia benar-benar hilang dan takkan pernah kembali: usia muda sebelum masa tua kita, waktu lapang sebelum waktu sempit kita, kondisi sehat sebelum kondisi sakit kita, takdir kaya sebelum takdir miskin kita, dan kesempatan hidup sebelum datangnya kematian. Subhanallah…betapa indahnya pesan baginda Rasul ini…

Kita diingatkan tentang hakikat waktu dan kualitas hidup. Sebuah pelajaran indah betapa menit demi menit yang kita lalui dalam hidup ini seharusnya menjadi stasiun-stasiun kenangan yang tak terlupakan. Meletakkan prasasti-prasati kebahagian dalam setiap hari-hari yang kita lalui. Menciptakan amal-amal raksasa untuk memenuhi timbangan kebajikan kita kelak di hari perhitungan. Menciptkan sejarah tentang kumpulan kebaikan-kebaikan atas manusia, sehingga cerita tentang hidup kita di dunia nantinya adalah cerita tentang kebajikan, cinta, keberanian, dan kepahlawanan…

Sahabat,
Jagalah waktu kita... Ciumlah kening anak kita setiap pagi selagi sempat. Genggamlah tangan istri kita setiap hari dan ucapkan I Love You selagi bisa. Rengkuhlah kedua kaki orang tua kita dan memohon maaf atas segala dosa kepadanya selagi mampu. Waqafkanlah hidup kita untuk ummat selagi masih muda. Infaqkanlah harta kita dimedan-medan jariyah selagi berpunya. Sebab akan tiba masanya… dan pasti akan tiba masanya, ketika kita ingin melakukan semua itu namun kehidupan telah merenggutnya. Sebab penyesalan itu selalu hadir setelah kita kehilangan…

7 comments:

young_moslem said...

Nikmat itu terasa kalo sudah pergi dari kita.

Kak, ashma bukan penghalang tuk tetap berkarya.

kehilangan??? Yang terpenting adalah kita tidak kehilangan iman di dalam dada. Allahu Akbar !!!!!

Umi Rina said...

"Orang yang cerdas adalah orang yang selalu meneliti dirinya dan amalan yang akan dibawanya setelah hari kematian..." HR.Ibnu Majah.

Astmanya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter ahli Bang, saya juga penderita astma sejak kecil karena keturunan dari Ayah. Memang harus minum obat dokter dan yg terpenting harus bisa mencegah pemicunya.

Semoga Alloh Ta'ala memberikan nikmat sembuh dan sehat ya... :)

Berawal dari kerendahan Hati said...

waahh2..streski mungkin pak kordapil satu ini hadapi pertandingan sampe ashma mi...hehehheh,
jgn miki stres pak kordapil, nyantai sja, lakukan permainan cantik spy tim lawan tdk mengira klo dptki hadiah pinalti diakhir pertandingan...hehehhehe
SEMANGA'Ki..^_^

else said...

setuju dengan bang izz, pesan Rasulullah memang selalu indah dan mengena

Atca said...

Memang benar ..penyesalan selalu datang ketika kita kehilangan...
nice posting

Marhaban said...

Salute... Tapi bisa kasi pesan, coz klo disarankan banyak istirahat dan kurangi aktivitas? Itu bukan Kak Irwan yang pernah saya kenal.

Jadi ingat klo lagi dalam lambung kapal yang sempit dan gelap. Seolah dalam liang lahat...lalu ingat kematian.

Bang Irwan said...

@ Andihas:
Betul sekali akhi, seorang prajurit fikrah tak boleh takut kehilangan apapun, kecuali keimanannya..haazaa musibah...

@ Mba' Rina
Makasih sarannya mba',
Sebenarnya sdh coba banyak terapi sih, tapi mungkin memang belum takdirnya kali untuk saya mendapat kesembuhan...
Makasih do'anya juga ya Mba'...

@Fit3
Buykan jie gara2 itu Bu, memang bawaan lahir kodong...hik..hik..hik..

@Mba' Else
Setuju sih setuju bu Guru,
Tapi jangan lupa pisang gorengnya dong...

@Mba' Atca
Iya dong mba', kan kalo hasilnya laen gak perlu nyessel. Jadi kudu perlu liat hasilnya dulu baru nyessel apa kagak..hihihih....

@Marhaban
Hehehe..antum tau aja akhi...
Jazakallah atas motivasinya. Keep spirit juga ente akhi....

Post a Comment