Saturday, January 26, 2013

SELAMAT JALAN PAK DE

Semalam beliau menghembuskan nafas terakhir, setelah melalui perjuangan yang cukup panjang melawan penyakitnya. Pak De, begitu kami panggil nama beliau. Nama aslinya Pak Wakiman. Seorang pensiunan kapten kapal Tanker Pertamina. Beliau wafat diusia 80 tahun. Pagi ini ketika melayat, beberapa Lurah yang pernah mengenal beliau juga turut hadir. Pak De memang dikenal oleh hampir semua pamong praja di kecamatan Tallo. Maklum, beliau adalah Ketua RW seumur hidup di tempatnya. Dan hampir tak pernah absen dalam setiap acara yang diselenggarakan kelurahan atau kecamatan.

Pak De orang tua yang sangat bersahaja, namun sangat tegas. Atau lebih tepatnya sangat keras. Beliau tak pernah kenal kompromi untuk sesuatu yang menurut beliau benar, terutama ketika itu menyangkut warganya di pinggiran kampung Buloa. Daerah pinggiran sungai Tallo yang kini sebagian besar lahannya dikuasai oleh korporasi raksasa Bosowa. Hingga akhir hidupnya, beliau tak pernah berhenti melawan upaya korporasi raksasa tersebut untuk mencaplok lahan warganya. Bahkan di banyak kesempatan beliau selalu menegaskan untuk siap mati demi membela hak-hak warganya.

Pak De orang penuh semangat. Usia tua dan penyakit gula yang dideritanya tidak membuat beliau berhenti beraktivitas. Sebagai ketua RW, Pak De memperjuangkan 2 hajat utama warganya. Pertama, melawan upaya Bosowa untuk membeli semua lahan di kawasan mereka tinggal. Dan kedua, meminta pemerintah kota Makassar untuk membangun akses jalan yang memungkinkan mobil pemadam kebakaran memasuki perkampungan mereka. Selama ini akses jalan menuju kampung Pak De hanya melalui terowongan di bawah jalan Tol milik Bosowa.

Akhirnya semangat luar biasa Pak De harus dilawan oleh usia yang makin menua dan penyakit yang makin parah. Setahun terakhir, beliau harus bolak balik perwatan di rumah sakit. Pengelihatannya yang makin kabur, membuat beliau tidak memungkinkan lagi untuk banyak beraktivitas di luar. Sekitar 3 bulan yang lalu, yang juga sekaligus pertemuan terakhir saya dengan beliau, beliau tampak masih bersemangat. Meskipun pengelihatannya kabur, tapi suara dan certitra beliau menunjukkan semangat yang tak pernah padam. Beliau menceritakan berbagai pengobatan alternatif yang saat itu dijalaninya. Sungguh sebuah semangat hidup yang jarang ada tandingannya.

Ah Pak De... kini engkau telah pergi. Sungguh beruntung bagi saya sempat menegnalmu. Saya bersyukur, dua buah hati saya sempat bertemu dan mencium tangan seseorang yang luar biasa seperti dirimu, yang ternyata merupakan pertemuan terakhir ku dengan mu. Semoga Allah membalas semua kebaikan dan amal ibadahmu, Pak De... dan perjuanganmu, untuk warga mu yang begitu kau lindungi, insya Allah semoga dapat aku lanjutkan... amin...

1 comments:

i nyoman Werna said...

LUAR BIASA PEMBENTUKAN KARAKTER YANG PERLU DIBANGUN BAGI GENERASI KINI

Post a Comment